Realisasi PNBP hingga Oktober Capai 117,1 Persen dari Target APBN 2021

TEMPO.CO, Jakarta -Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP mencapai Rp 349,2 triliun sampai dengan akhir Oktober 2021. Nilai itu setara dengan 117,1 persen dari target dalam APBN 2021.

“Capaian realisasi PNBP tumbuh 25,2 persen tersebut utamanya didorong oleh kenaikan penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp 111,18 triliun, PNBP Lainnya dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU),” kata Sri Mulyani dalam konferensi virtual Kamis, 25 November 2021.

Adapun penerimaan pajak Rp 953,6 triliun hingga Oktober 2021. Nilai itu setara dengan 77,6 persen dari target dalam APBN yang sebesar Rp 1.229,59 triliun.

“Ini terjadi pertumbuhan 15,3 persen, tahun lalu kita mengalami kontraksi,” kata dia.

Menurutnya, pertumbuhan realisasi penerimaan pajak tersebut, memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi sudah mulai membaik.”Merefleksikan pemulihan ekonomi, dunia usaha sekarang mampu membayar pajak kembali,” ujarnya.

Sri Mulyani memaparkan pada penerimaan pajak dari PPh Migas tumbuh 55,7 persen. Pertumbuhan itu didorong oleh kenaikan harga komoditas minyak bumi dan gas. Sementara itu PPh Non Migas tumbuh 8,9 persen.

12 Selanjutnya

Penerimaan pada PPN tumbuhnya 20,4 persen. Pertumbuhan itu didorong PPN dalam Negeri dan PPN Impor, di mana kegiatan impor meningkat signifikan.

Sedangkan penerimaan dari PBB tumbuh 1,2 persen, ditopang oleh kenaikan PBB perkebunan. Serta pajak lainnya tumbuh 91,5 persen, didukung dampak penyesuaian tarif bea meterai.

“Ini menggambarkan bahwa seluruh sektor sudah mulai menggeliat dan bangkit, ada beberapa yang memang masih agak left behind, namun menunjukkan tanda perbaikan,” kata Sri Mulyani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.