Film Dear Nathan Thank You Salma Tak Hanya Soal Kisah Cinta Anak Muda

Film Dear Nathan Thank You Salma merupakan penutup dari rangkaian trilogi Dear Nathan dan Dear Nathan Hello Salma. Sekuel ketiga ini tidak hanya menghadirkan kisah cinta Nathan dan Salma sebagai tokoh utama tetapi ada isu sosial yang diangkat terutama tentang pelecehan seksual di kalangan mahasiswa.

Dalam film ini diceritakan Nathan dan Salma menjadi aktivis sosial yang memiliki prinsip berbeda dalam bersuara. Salma cenderung berekspresi secara digital sementara Nathan memilih turun ke jalan dan hal tersebut membuat hubungan mereka merenggang. Sampai akhirnya teman seangkatan Nathan di kampus, Zanna menjadi korban pelecehan seksual.

Nathan merasa perlu untuk membantu Zanna namun membuat keadaannya terjepit karena harus melindungi privasi Zanna dan merahasiakan persoalan ini kepada siapapun termasuk Salma. Sikap diam Nathan semakin membuat Salma curiga. Masalah bertambah setelah kehadiran Afkar, musisi yang juga merupakan kakak angkatan dan idola Salma.

Sutradara Kuntz Agus sejak awal membaca sinopsis cerita Dear Nathan Thank You Salma sudah tertarik karena membawa misi yang penting. “Film ini tidak hanya mengemas tentang masalah percintaan tapi ada pesan penting yang perlu disampaikan kepada publik,” kata Kuntz dalam jumpa pers virtual pada Selasa 14 Desember 2021.

Penulis skenario Bagus Bramanti mengatakan tema film Dear Nathan Thank You Salma ini memiliki kedekatan personal dengannya. Ia sangat serius dan lebih maksimal mengangkat isu perempuan di film ini dibandingkan sebelumnya.

“Akar dari aktivisme Nathan dibentuk dari Dear Nathan 2 sebenarnya. Cuma yang saya sesalkan pada saat itu saya kurang dalam meriset tentang kesehatan mental, itu dosa yang saya tebus di sini, saya habis-habisan sekarang ketika membicarakan pelecehan seksual,” kata Bagus.

Film Dear Nathan Thank You Salma merupakan adaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Erisca Febriani. Erisca baru menyaksikan pertama kali trailer Dear Nathan Thank You Salma kemarin dan membuatnya semakin antusias. Erisca merasa isu kekerasan seksual yang ditampilkan dalam film ini sama dengan apa yang ingin ia suarakan.

“Aku menggunakan media ini untuk menyampaikan pesan, enggak cuma romance tapi ada edukasi yang bisa disampaikan karena aku percaya film dan novel adalah sebuah tempat yang paling baik untuk menyampaikan pesan tanpa harus terkesan menggurui,” kata Erisca.

Bagus berharap film-film remaja Indonesia nantinya akan lebih banyak membahas berbagai isu sosial daripada hanya sekedar menyuguhkan kisah romantis. “Ini film yang betul-betul membuka kesadaran bahwa ketidakadilan itu ada, kita generasi muda itu harus step by step, paling tidak ini menjadi awareness kepada penonton bahwa ada PR yang belum tuntas dan siapa tahu di antara penonton itu akan mengemban wewenang untuk membuat regulasi yang kemudian memberi keadilan pada semua orang,” kata Bagus.

Film Dear Nathan Thank You Salma akan tayang di bioskop pada 13 Januari 2022. Film ini dibintangi sejumlah aktor muda antara lain, Jefri Nichol sebagai Nathan, Amanda Rawles sebagai Salma, Indah Permatasari sebagai Zanna, Susan Sameh sebagai Rebecca, Ardhito Pramono sebagai Afkar, dan Diandra Agatha sebagai Rahma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *